4 Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat yang Masih Jarang Terekspose, Tapi Bikin Ketagihan

Selain terkenal dengan pantai-pantainya yang memesona, desa wisata di Nusa Tenggara Barat sesungguhnya menyimpan kekayaan lain yang tak kalah menarik. Dari kampung adat, desa agro, hingga dusun di lereng gunung, NTB memiliki puluhan desa wisata yang belum banyak terekspose media.

Banyak orang mengenal Sade Village, kampung adat Suku Sasak di Desa Rembitan. Namun, di balik popularitas itu, masih ada desa-desa wisata lain yang menawarkan pengalaman lebih intim, lebih alami, dan jauh dari keramaian.

Menariknya, tidak semua desa wisata di NTB berstatus administratif sebagai desa. Beberapa di antaranya hanyalah dusun atau kampung yang berada dalam wilayah desa lain—namun tetap berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Berikut ini empat desa wisata di Nusa Tenggara Barat yang mungkin belum pernah kamu dengar, tetapi sangat layak masuk daftar perjalananmu berikutnya.


1. Desa Wisata Mertak – Rumah Gunung Tunak dan Pantai Eksotis

Terletak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Desa Wisata Mertak mulai serius mengembangkan potensi wisatanya dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu daya tarik utamanya adalah Taman Wisata Alam Gunung Tunak, kawasan konservasi yang sudah cukup populer di kalangan pencinta alam.

Yang belum banyak disadari, kawasan TWA Gunung Tunak berada tepat di wilayah Desa Mertak. Selain itu, desa ini juga memiliki dua pantai yang keindahannya masih alami, yaitu Pantai Dondon dan Pantai Bumbang. Tebing karang, laut biru, dan suasana tenang menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata alam berkelanjutan.


2. Desa Wisata Kerujuk – Kampung Hijau di Lombok Utara

Desa Wisata Kerujuk merupakan sebuah dusun di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Desa ini lebih dikenal dengan nama Kampung Wisata Kerujuk, sebuah kawasan yang menonjolkan harmoni antara alam, budaya, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bentang alamnya yang hijau, kolam ikan alami, serta suasana desa yang tenang membuat wisatawan betah tinggal berhari-hari. Tak hanya itu, pengalaman kuliner di Kerujuk juga sangat menggoda.

Beberapa sajian khas yang bisa kamu cicipi antara lain:

  • Nasi plecing

  • Rembauŋ (olahan rebung bambu muda)

  • Kelaq kelor (sayur bening daun kelor)

Cita rasanya sederhana, namun sangat otentik—benar-benar mencerminkan dapur masyarakat Lombok.


3. Desa Wisata Tanjung Karang – Sunset Terbaik di Kota Mataram

Berbeda dengan desa wisata lain yang umumnya berada di pedesaan, Desa Wisata Tanjung Karang adalah sebuah kelurahan pesisir di barat Pulau Lombok, hanya sekitar 30 menit dari pusat Kota Mataram.

Resmi dikembangkan sebagai desa wisata sejak 2019, kawasan ini mulai dikenal berkat Pantai Loang Baloq. Dalam lima tahun terakhir, pantai ini menjelma menjadi alternatif favorit menikmati matahari terbenam.

Daya tarik utamanya adalah panorama sunset dengan latar siluet Gunung Agung di Bali yang terlihat jelas di ufuk barat. Karena pandangan ke arah barat terbuka lebar, Pantai Loang Baloq juga sering digunakan sebagai lokasi rukyatul hilal saat Ramadan.


4. Desa Wisata Jeruk Manis – Perpaduan Agro dan Alam Rinjani

Bagi pencinta wisata alam dan agro, Desa Wisata Jeruk Manis adalah surga tersembunyi. Desa ini berada di lereng Gunung Rinjani, berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Hamparan sawah bertingkat dengan latar pegunungan menciptakan lanskap yang menenangkan. Tak hanya itu, Jeruk Manis juga memiliki dua air terjun cantik, yaitu:

  • Air Terjun Durian Indah

  • Air Terjun Tibu Bunter

Keduanya memiliki kolam alami yang sangat cocok untuk berendam dan melepas lelah dengan air pegunungan yang segar.


FAQ Seputar Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat

1. Apa itu desa wisata?
Desa wisata adalah kawasan yang mengembangkan potensi alam, budaya, dan kehidupan lokal sebagai daya tarik wisata berbasis masyarakat.

2. Apakah desa wisata harus berstatus desa administratif?
Tidak. Beberapa desa wisata di NTB berstatus dusun atau kampung dalam wilayah desa lain.

3. Kapan waktu terbaik mengunjungi desa wisata di NTB?
Musim kemarau (April–Oktober) adalah waktu terbaik karena cuaca lebih stabil.

4. Apakah desa wisata cocok untuk wisata keluarga?
Sangat cocok, terutama desa wisata berbasis alam dan budaya.

5. Apakah tersedia homestay di desa wisata?
Sebagian besar desa wisata sudah menyediakan homestay milik warga.

6. Apakah desa wisata di NTB ramah untuk wisatawan pemula?
Ya, aksesnya relatif mudah dan masyarakatnya sangat terbuka terhadap pendatang.


Penutup

Keempat desa wisata di atas sempat mengalami masa sepi akibat pandemi. Kini, mereka perlahan bangkit dan berbenah. Jika kamu berencana menjelajah Pulau Lombok dan wilayah NTB lebih dalam, jangan hanya berhenti di pantai—datanglah ke desa-desa wisata ini dan rasakan pengalaman yang lebih autentik.


🖼️ Galeri Visual Desa Wisata di NTB

Posting Komentar untuk "4 Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat yang Masih Jarang Terekspose, Tapi Bikin Ketagihan"