Switching Reksadana dalam Kerangka Rebalancing Portofolio

 


Freepik

Switching Reksadana dalam Kerangka Rebalancing Portofolio 2

Pengertian dan Tujuan Switching Reksadana 2

● Penyesuaian Profil Risiko Terbaru 3

● Keinginan Memperbaiki Portofolio 3

● Strategi Diversifikasi Investasi 3

● Mengamankan Keuntungan dan Momentum 3

Alasan Mengapa Anda Wajib Melakukan Switching Reksadana 4

● Terjadi Perubahan Kondisi Ekonomi 4

● Tujuan Investasi & Profil Risiko Berubah 5

● Kinerja Portofolio Menurun 5

● Ketidakcocokan Biaya Manajer Investasi 5

Optimalkan Rebalancing Investasi dengan Melakukan Switching yang Tepat Bersama Perbankan Prioritas DBS Treasures

Sebagai investor reksadana, Anda tentu pernah mendengar istilah switching. Istilah tersebut seringkali dikaitkan dengan strategi untuk menyusun kerangka rebalancing portofolio investasi agar lebih menguntungkan.

Karena sekarang produk reksadana makin popular karena variasi yang ditawarkan, maka penting bagi Anda untuk mengetahui kapan waktu yang tepat dalam melakukan switching.

Pada artikel kali ini, Anda akan lebih memahami strategi switching investasi reksadana. Tujuannya tentu agar dapat menyesuaikan portofolio Anda dengan profil risiko terbaru. Berikut penjelasannya.

Pengertian dan Tujuan Switching Reksadana

Switching merupakan suatu proses pemindahan atau pengalihan unit reksadana yang dimiliki investor ke unit reksadana lain. Perlu dipahami bahwa switching (pemindahan) memiliki arti berbeda dengan redemption (penjualan).

Karena pada prosesnya, switching biasanya hanya dapat terjadi pada unit reksadana yang dikelola oleh satu bank kustodian dan manajer investasi yang sama.

Lalu, apa sebenarnya tujuan dari aktivitas switching portofolio ini? Berikut jawabannya:

  • Penyesuaian Profil Risiko Terbaru

Tujuan pertama proses switching reksadana adalah sebagai salah satu cara untuk menyesuaikan profil risiko investor.

Contohnya, saat awal investasi Anda lebih konservatif, namun seiring waktu, profil risiko Anda berubah menjadi agresif atau moderat.

Switching menjadi cara yang efisien untuk menyesuaikan profil risiko sesuai tujuan investasi dan horizon waktu terbaru. Tujuan akhirnya tetap untuk memperoleh profit yang lebih besar.

  • Keinginan Memperbaiki Portofolio

Jika kinerja unit reksadana sebelumnya tidak memuaskan, Anda dapat melakukan switching. Karena pasti setiap investor mengharapkan return investasi yang lebih besar.

Agar proses switching lebih efisien, Anda dapat melakukan perbandingan kinerja Reksadana terhadap kinerja market.

Contoh, jika market sedang lesu tetapi kinerja reksadana mencapai 1-2%, maka hal tersebut sudah terbilang bagus.

  • Strategi Diversifikasi Investasi

Saat berinvestasi reksadana, unit yang Anda miliki wajib dilakukan diversifikasi untuk meminimalisir risiko. Oleh sebab itu, penting melakukan switching demi tercapainya tujuan diversifikasi, yaitu imbal hasil yang optimal.

Jika sekarang investasi reksadana Anda hanya menumpuk pada satu produk saja, maka mulai untuk melakukan switching agar kerangka portofolio lebih beragam.

  • Mengamankan Keuntungan dan Momentum

Tujuan switching berikutnya adalah mengamankan profit dan momentum. Terutama apabila kondisi market sedang mengalami bullish. Sehingga, sebelum Anda memanfaatkan momentum, ada baiknya untuk lakukan analisis menyeluruh terlebih dahulu.

Proses switching juga dapat mengamankan profit yang Anda peroleh. Misal, harga NAB stagnan dan tidak mengalami koreksi, maka Anda dapat melakukan switching untuk menyelamatkan profit dan memiliki unit reksadana dengan risiko lebih rendah.


Freepik

Alasan Mengapa Anda Wajib Melakukan Switching Reksadana

Setelah Anda memahami tujuan dari proses switching reksadana, tentu akan muncul pertanyaan: “Kapan waktu terbaik melakukan switching?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut beberapa alasan mengapa Anda wajib melakukan proses switching:

  • Terjadi Perubahan Kondisi Ekonomi

Perubahan kondisi ekonomi domestik maupun internasional pasti memengaruhi kinerja unit reksadana Anda di pasar uang. Misal, terjadi kenaikan suku bunga dan unit portofolio Anda sebelumnya belum memberikan return yang sesuai.

Maka, Anda dapat melakukan switching ke unit investasi yang lebih sesuai dengan suku bunga acuan. Salah satu produk investasi yang dapat menjadi pilihan saat kondisi ekonomi fluktuasi adalah RDPU (Reksadana Pasar Uang). 

  • Tujuan Investasi & Profil Risiko Berubah

Telah dibahas singkat sebelumnya bahwa proses switching dapat dilakukan dengan tepat apabila terdapat perubahan tujuan investasi dan profil risiko.

Setiap investor pasti mengalami perubahan tujuan dalam berinvestasi dari waktu ke waktu. Contohnya, pada awal berinvestasi Anda memiliki tujuan jangka pendek, lalu seiring waktu tujuan berubah menjadi investasi jangka panjang.

  • Kinerja Portofolio Menurun

Waktu yang paling tepat untuk melakukan switching berikutnya adalah saat kinerja portofolio Reksadana Anda menurun. Karena Anda pasti tahu bahwa setiap produk investasi memiliki kinerja yang berbeda-beda.

Jadi, ketika portofolio reksadana yang Anda miliki menunjukkan penurunan kinerja yang signifikan dalam jangka waktu tertentu, maka hal ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan switching. 

  • Ketidakcocokan Biaya Manajer Investasi

Adapun proses switching dapat Anda lakukan dengan tepat apabila merasa biaya pengelolaan unit reksadana mengalami perubahan signifikan. Misal, biaya manajer investasi yang meningkat drastis.

Maka, proses switching dapat Anda lakukan untuk efisiensi biaya pengelolaan unit reksadana. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami bahwa melakukan switching merupakan keputusan krusial.

Harus ada dasar analisis yang cermat terkait tujuan investasi, kondisi market dan profil risiko investor. Jika hal-hal tersebut Anda penuhi, maka proses switching dapat lebih tepat dan pada akhirnya mengoptimalkan profit Anda.  

Optimalkan Rebalancing Investasi dengan Melakukan Switching yang Tepat Bersama Perbankan Prioritas DBS Treasures

Dapat dipahami bahwa melakukan switching tentu membutuhkan analisis dan ketepatan membaca peluang market. Untuk itu agar kinerja portofolio Anda maksimal, pilih produk investasi yang tepat.

Bersama perbankan prioritas DBS Treasures, Anda akan mendapatkan beberapa keunggulan dalam hal berinvestasi.

Pertama, profesionalitas Manajer Investasi (MI) akan mengoptimalkan kinerja produk investasi Anda. Kedua, adanya tim ahli yang proaktif akan membantu Anda untuk menganalisa peluang market terkini.

Lalu, adanya proses diversifikasi akan menyelamatkan aset Anda dari risiko kerugian lebih besar. Kemudahan berinvestasi imi juga didukung oleh Aplikasi DBS digibank, yang mana Anda dapat melakukan switching, jual, beli dan registrasi SID (Single Investor Identification) dengan mudah selama 24/7.

Selain itu, Anda juga akan didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial untuk memdapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portfolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML).

Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.

Optimalkan rebalancing portofolio unit eeksadana Anda bersama perbankan prioritas DBS Treasures! Profit dan imbal hasil investasi dijamin maksimal.

Posting Komentar untuk "Switching Reksadana dalam Kerangka Rebalancing Portofolio"